sepeda
sepeda

Hajar Tanjakan!! Tips dan Trik Bersepeda di Tanjakan

Posted on
sepeda
sepeda

Bersepeda memang sangat menyenangkan, rute dan trek yang kita tempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan orang, akan tetapi bagaimana ketika kita menemui trek dengan medan tanjakan yang cukup ekstrim.

Hal apa yang bisa Anda sebut sebagai pencapaian terbesar sebagai seorang pesepeda? Tentu saja menaklukkan tanjakan yang paling terjal. Ketika Anda bergerak maju menaiki tanjakan, secara tidak langsung Anda juga bergerak secara vertikal. Jarak vertikal tersebut dihitung dalam hitungan persen. Semakin tinggi presentasenya, tanjakan akan semakin curam.

baca juga : Mau Beli Sepeda?? Baca Ini Dulu !!

Saat ini, rekor tanjakan paling curam dipegang oleh jalanan di Canton Avenue di Pittsburgh, Pennsylvania, yang memegang rekor 37 persen – dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesepeda jika berhasil menaklukkannya.

Bahkan level tanjakan yang hanya 10-15 persen terbukti masih cukup menantang bagi para pesepeda. Untuk menaklukkannya tidak hanya membutuhkan tenaga dan daya tahan, tapi juga posisi yang tepat dan kemahiran.

Manfaat bersepeda menanjak secara tidak langsung akan meningkatkan ketahan otot, kekuatan otot kaki dan juga meningkatkan koordinasi antar bagian tubuh. Meskipun bersepeda menanjak sedikit menakutkan, namun ketika kalian memecah ketakutan itu menjadi kayuhan-kayuhan yang dikelola dengan baik, kalian akan lebih mudah menaklukkan jalur tanjakan.

Ingat semboyan “ SETIAP ADA TANJAKAN PASTI AKAN ADA TURUNAN “, so… nikmatilah tanjakan itu dan rasakan bonus trek turunan yang menggembirakan

TIPS DAN TRIK BERSEPEDA DI TANJAKAN

  1. Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)

    Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.

Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.

Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.

  1. Penyesuaian Suspensi (fork) 

    Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.
    Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.
    Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.

Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.

  1. Teknik Shifting ( Pemindahan gigi / gear )

    Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
    Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.
    Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.

Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.

baca juga : Perhitungkan!! Menentukan Jenis Rem Hidraulik dan Harganya

Ketika menghadapi jalur/trek menanjak atau mulai mendaki, usahakan kita memindahkan chain (rantai)ke gigi ringan, baik sebelum atau baru memasuki medan menanjak dengan mempercepat putaran pedal. Bila terlambat memindahkan gigi ke gigi paling ringan, turunkan satu persatu gigi belakang tanpa melepas power pada pedal. Bila terlambat, kecepatan sepeda langsung menurun dan sepeda menjadi lebih berat di kayuh, ujung-ujungnya yang sering terjadi, nuntun deh..

Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.

  1. Dorong menggunakan tumit.

Kaki Anda adalah teman sejati Anda saat berada di tanjakan yang curam, karena ia merupakan tempat berkumpulnya tenaga dalam tiap kayuhan Anda. Dengan menjaga kaki Anda tetap datar dan melakukan dorongan tenaga menggunakan tumit, Anda memaksimalkan perpindahan tenaga dari betis.

Kayuhlah sepeda dengan metode kumparan, putarannya menggunakan energi yang sama rata pada setiap putaran kaki. Jadi tidak menghentakan kaki sekaligus pada saat pedal di tekan. Santai tapi pasti.

  1. Condongkan badan ke depan.

Ini bertujuan agar ban depan sepeda kita tidak mengangkat ke atas dan mengakibatkan jatuh.Saat tanjakan semakin curam, salurkan tenaga Anda pada roda sepeda dengan badan condong ke depan mengarah ke gagang sepeda. Hal ini akan menghalangi roda depan kehilangan daya tarik saat mengayuh.

  1. Kombinasi tehnik mengayuh

Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
– Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
– Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan :
– Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
– Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.

Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
– Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
– Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
– Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan :
– Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.

baca juga : Otot yang Bekerja Ketika Bersepeda

Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).

Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.

  1. Jika memungkinkan, lakukan zigzag

Jalan tercepat dari titik A menuju titik B adalah bergerak lurus – hingga 25 persen lagi jarak menuju puncak. Kemudian, terkadang cara tercepat adalah dengan sedikit bersepeda zigzag, agar tanjakan terasa sedikit lebih datar.

Gunakan cara ini dengan hati-hati: Anda tidak ingin mengganggu pengendara lainnya, atau yang lebih buruk, kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Lakukan zigzag jika memang butuh dan Anda tahu sedang jalanan kosong.

  1. Fokus

Fokus kepada kayuhan anda, jangan teralihkan oleh cewek cantik di sebelah anda ya, nanti bisa nyium jalan, hehehe. Menjaga fokus membuat tenaga kita tidak terbuang percuma. Selain itu jika kita fokus, setidaknya kita bisa mengurangi resiko kecelakaan atau menyerah di tengah jalan.

  1. Jangan Selalu Melihat Jauh ke Depan

Ini bukan kiasan ya, tapi melihat ke depan beneran. Lho kenapa? ya sebenernya ini buat menjaga mental kita saja, agar tidak menyerah di tengah medan peperangan untuk menaklukkan tanjakan.

Jika kita selalu melihat depan, maka kita akan melihat bahwa tanjakan di depan curam lah, tanjakkan masih panjang lah, dan sebagainya. Hal-hal itu bagi kebanyakan akan menimbulkan niat kita untuk menyerah dan menghilangkan semangat.

Dengan melihat ke bawah atau ban depan, kita atau melihat kurang lebih 2-3 meter di depan kita dapat menjaga pikiran kita dari kata – kata menyerah. Tapi, jangan melihat ke bawah terus, karena kita bergerak ke depan, jadi kita tetep harus mewaspadai apa yang ada di depan kita.

  1. Sabar

Tanjakan itu menguji kesabaran kita, karena tanjakan kebanyakan harus dilalui dengan kecepatan rendah. Jika kita tidak sabar dan langsung menggeber dengan kecepatan tinggi, maka hampir dapat dipastikan kita akan kehabisan tenaga di tengah rute.

Bahkan pembalap sepeda sekaliber Chris Froome yang terkenal jagoan tanjakan pun tetap sabar saat menanjak. Dia akan menunggu lawannya kelelahan terlebih dahulu baru kemudian melesat pada saat yang tepat. Jika tidak sabar, saya rasa mustahil Froome dapat menjuarai ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia, Tour de France.

Oleh karena itu lebih baik kita bersabar dengan kecepatan rendah tapi konstan daripada dengan kecepatan tinggi terus drop. Kalau istilah jawa-nya alon – alon waton kelakon (pelan – pelan asal terlaksana).

  1. Motivasi diri

Memotivasi diri memang diperlukan dalam segala bidang. Demikian juga saat menghadapi tanjakan. Kita harus yakin bahwa kita bisa menaklukkan tanjakan.

Banyak cara yang dilakukan oleh pesepeda untuk memotivasi diri. Ada yang menjadikan temannya yang usianya lebih senior sebagai acuan. Atlit pro pun sering berteriak – teriak pada saat balapan untuk memotivasi dirinya. Salah satu yang terkenal adalah Jens Voigt, yang sering meneriaki kakinya dengan kata – kata “shut up legs….!!!”.

Oke sobat goweser, sedikit berbagi ilmu dan pengalaman aja. Intinya tetap terus berlatih dan jangan lupa bersepeda. Salam dua pedal.

Jangan lupa LIKE dan SHARE supaya bermanfaat untuk yang lain. Terimakasih

artikel terkait :

Mengenali Bagian – bagian di Sepeda

Jangan Salah Pilih!! 8 Jenis Sepeda Sesuai Kegunaannya.

Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Tubuh

 

Leave a Reply